Pernafasan disebut juga dengan Respirasi.
Bernafas dapat didefinisikan sebagai suatu proses memasukkan
(Menghirup) oksigen (O2) ke dalam tubuh guna membantu proses pembakaran
(oksidasi) makanan untuk menghasilkan energi, kemudian mengeluarkan karbondioksida
dan uap air (H2O)
Bernafas dapat didefinisikan sebagai suatu proses memasukkan
(Menghirup) oksigen (O2) ke dalam tubuh guna membantu proses pembakaran
(oksidasi) makanan untuk menghasilkan energi, karbondioksida dan uap air (H2O).
Energi yang dihasilkan digunakan tubuh untuk melakukan berbagai aktifitas, sedangkan sisa pembakaran yakni karbondioksida dan uap air akan dikeluarkan dari dalam tubuh.
Meski bernafas pada setiap hewan memiliki tujuan yang sama, namun dalam melakukan pernafasan, beberapa jenis hewan memiliki cara bernafas yang berbeda-beda.
Energi yang dihasilkan digunakan tubuh untuk melakukan berbagai aktifitas, sedangkan sisa pembakaran yakni karbondioksida dan uap air akan dikeluarkan dari dalam tubuh.
Meski bernafas pada setiap hewan memiliki tujuan yang sama, namun dalam melakukan pernafasan, beberapa jenis hewan memiliki cara bernafas yang berbeda-beda.
Sistem
pernafasan Hewan
Beberapa sistem pernafasan pada hewan, antara lain:
1. Burung (Aves)
Sistem Pernafasan
pada Hewan sejenis Unggas atau Burung (AVES). Bernafas dengan menggunakan Paru-paru. Burung memiliki alat pernafasan khusus yang
disebut dengan kantung udara (Pundi-pundi udara) yang terhubung ke saluran
paru-paru.
Pada saat burung terbang atau mengepakkan sayapnya, burung bernafas tidak melalui hidung, melainkan bernafas dengan memanfaatkan oksigen yang tersedia di dalam kantung udara (Pundi-pundi) yang dimasukkan ke dalam paru-paru.
Pada saat burung terbang atau mengepakkan sayapnya, burung bernafas tidak melalui hidung, melainkan bernafas dengan memanfaatkan oksigen yang tersedia di dalam kantung udara (Pundi-pundi) yang dimasukkan ke dalam paru-paru.
Kemudian, saat burung tidak
mengepakkan sayapnya, baik itu saat melayang diudara atau saat hinggap di
darat. Burung kembali bernafas melaui hidung dan mengisi kantung udara
(pundi-pundi) untuk persediaan oksigen saat terbang (mengepakkan sayap)
berikutnya.
Proses pernafasan pada Burung:
Oksigen masuk melalui Hidung - tenggorokan - Pundi-pundi udara - Paru-paru.
Oksigen masuk melalui Hidung - tenggorokan - Pundi-pundi udara - Paru-paru.
2. Reptil
Sistem Pernafasan pada hewan jenis Reptil.
Hewan jenis Reptil (Hewan melata), Seperti misalnya Kura-kura, kadal, komodo, biawak, buaya bernafas menggunakan paru-paru.
Keunikan dari hewan jenis reptil adalah memiliki katup pada saluran pernafasannya, pada saat berada di dalam air hewan jenis reptil dapat menutup katup saluran pernafasan yang terdapat pada hidung, batang tenggorok, sehingga air tidak masuk ke dalam paru-paru.
Proses pernafasan pada Reptil:
Oksigen masuk melalui Hidung - batang tenggorokan - Paru-paru
Hewan jenis Reptil (Hewan melata), Seperti misalnya Kura-kura, kadal, komodo, biawak, buaya bernafas menggunakan paru-paru.
Keunikan dari hewan jenis reptil adalah memiliki katup pada saluran pernafasannya, pada saat berada di dalam air hewan jenis reptil dapat menutup katup saluran pernafasan yang terdapat pada hidung, batang tenggorok, sehingga air tidak masuk ke dalam paru-paru.
Proses pernafasan pada Reptil:
Oksigen masuk melalui Hidung - batang tenggorokan - Paru-paru
3. Amfibi
Sistem Pernafasan
pada hewan jenis Amfibi. Hewan yang dapat hidup di air maupun di darat.
Sistem pernafasan pada hewan jenis Amfibi menggunakan beberapa cara, yaitu menggunakan Paru-paru, insang dan kulit.
Seperti misalnya sistem pernafasan pada Katak
Katak yang masih bayi berupa larva yang hidup di dalam air, bernafas menggunakan Insang luar yang berada di bagian belakang kepalanya. Katak yang berusia 9 hari disebut berudu, bernafas menggunakan insang dalam. Katak dewasa yang sudah dapat hidup di darat maupun di air melakukan pernafasan dengan menggunakan paru-paru dan kulit.
Sistem pernafasan pada hewan jenis Amfibi menggunakan beberapa cara, yaitu menggunakan Paru-paru, insang dan kulit.
Seperti misalnya sistem pernafasan pada Katak
Katak yang masih bayi berupa larva yang hidup di dalam air, bernafas menggunakan Insang luar yang berada di bagian belakang kepalanya. Katak yang berusia 9 hari disebut berudu, bernafas menggunakan insang dalam. Katak dewasa yang sudah dapat hidup di darat maupun di air melakukan pernafasan dengan menggunakan paru-paru dan kulit.
4. Ikan
(Pisces)
Sistem Pernafasan pada ikan (Pisces) menggunakan insang yang
berjumlah 4 pasang.
4 pasang insang tersebut terletak pada kepala
sebelah kanan dan kiri kepalanya, dan dilindungi oleh tutup insang.
Pernafasan pada ikan dilakukan dengan cara:
Saat ikan membuka mulutnya, air masuk ke dalam rongga mulut sementara tutup insang tertutup. Air yang masuk kedalam rongga mulut tersebut mengandung oksigen, kemudian oksigen tersebut diikat oleh pembuluh kapiler yang terdapat pada insang. Kemudian saat mulut ikan tertutup, maka tutup insang akan terbuka untuk mengeluarkan air dan karbondioksida melalui lembaran insang. Ikan juga memiliki gelembung renang yang berfungsi sebagai pengaturan naik-turun ikan di dalam air, dan sebagai tempat penyimpanan cadangan oksigen.
Selain itu untuk beberapa jenis ikan yang hidup di daerah air yang kurang atau hidup di lumpur, seperti ikan lele dan ikan gabus. Memiliki bagian pernafasan yang disebut dengan labirin.
Labirin atau lembaran-lembaran insang pada ikan tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan persediaan oksigen untuk bernafas.
Pernafasan pada ikan dilakukan dengan cara:
Saat ikan membuka mulutnya, air masuk ke dalam rongga mulut sementara tutup insang tertutup. Air yang masuk kedalam rongga mulut tersebut mengandung oksigen, kemudian oksigen tersebut diikat oleh pembuluh kapiler yang terdapat pada insang. Kemudian saat mulut ikan tertutup, maka tutup insang akan terbuka untuk mengeluarkan air dan karbondioksida melalui lembaran insang. Ikan juga memiliki gelembung renang yang berfungsi sebagai pengaturan naik-turun ikan di dalam air, dan sebagai tempat penyimpanan cadangan oksigen.
Selain itu untuk beberapa jenis ikan yang hidup di daerah air yang kurang atau hidup di lumpur, seperti ikan lele dan ikan gabus. Memiliki bagian pernafasan yang disebut dengan labirin.
Labirin atau lembaran-lembaran insang pada ikan tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan persediaan oksigen untuk bernafas.
5. Cacing
Sistem Pernafasan pada Cacing. Bernafas dengan menggunakan
permukaan kulit. Permukaan kulit pada cacing mengandung lendir, lendir ini
berfungsi untuk menjaga kondisi pemukaan kulitnya agar selalu basah agar oksigen
dapat lebih mudah masuk dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah,
dan mengeluarkan karbondioksida melalui kulit tersebut.
6. Mamalia
Sistem Pernafasan pada hewan jenis Mamalia. Hewan menyusui
anak-anaknya. Hewan jenis mamalia (Menyusui) ada yang hidup di darat dan ada
yang hidup di air.
Hewan mamalia yang hidup di darat, seperti: Kerbau, kambing, kucing, sapi, gajah, harimau dan lainnya.
Hewan mamalia yang hidup di darat, seperti: Kerbau, kambing, kucing, sapi, gajah, harimau dan lainnya.
Hewan mamalia yang hidup di air, seperti:
Ikan paus dan ikan lumba-lumba.
Hewan jenis mamalia, baik yang hidup di darat maupun yang
hidup di air, bernafas menggunakan paru-paru.
Pernafasan hewan mamalia memerlukan oksigen di udara, oleh karena itulah Ikan paus dan lumba-lumba sering naik ke permukaan air untuk menghirup oksigen di udara.
Pernafasan hewan mamalia memerlukan oksigen di udara, oleh karena itulah Ikan paus dan lumba-lumba sering naik ke permukaan air untuk menghirup oksigen di udara.
7.Serangga
(Insecta)
Sistem pernafasan pada hewan jenis serangga. Seperti:
Belalang, Capung, lalat, rayap dan lainnya.
Hewan jenis Serangga bernafas dengan menggunakan Trakea.
Trakea merupakan bagian yang berupa pembuluh-pembuluh halus yang bercabang-cabang memenuhi seluruh bagian tubuh serangga.
Pembuluh-pembuluh halus yang dimiliki Trakea tersebut bermuara pada satu bagian yang disebut dengan Spirakel.
Hewan jenis Serangga bernafas dengan menggunakan Trakea.
Trakea merupakan bagian yang berupa pembuluh-pembuluh halus yang bercabang-cabang memenuhi seluruh bagian tubuh serangga.
Pembuluh-pembuluh halus yang dimiliki Trakea tersebut bermuara pada satu bagian yang disebut dengan Spirakel.
Spirakel ditutupi
oleh bulu-bulu yang halus dan berfungsi sebagai penyaring debu atau kotoran,
sehingga udara/oksigen yang masuk ke Trakea menjadi bersih.
Kemudian Udara/oksigen yang masuk ke
trakea melewati Trakeola yang terhubung dengan
Membran Sel.
Bagian yang disebut dengan Trakeola
memiliki ujung pembuluh yang kecil dan mengandung sejenis cairan berwarna biru
tua.
Oksigen masuk melalui trakeola
menuju sel tubuh, dan Karbondioksida akan dikeluarkan kembali melalui Trakeola
melewati Trakea lalu dibuang ke luar.
Keluar masuknya Udara/Oksigen
disebabkan oleh pergerakan otot tubuh serangga secara teratur.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar